Pola perkembangan embrio pada manusia

A.    1 Bulan (4 minggu)
Bagian kepala, jantung, dan hati mulai terbentuk, sistem pencernaan sebagai suatu saluran sederhana, jaringan-jaringan ekstra embrionik mulai muncul.

B.    2 Bulan (8 minggu)
Telinga, mata, jari-jari, mulut, hidung, dan tumit merupakan bentuk bentuk tersendiri. Tulang mulai dibentuk, sistem pencernaan terbentuk, sistem saraf dan sistem sirkuler mulai berfungsi. Adanya alat kelamin luar tetapi masih belum bisa dibedakan jenis kelaminnya.

C.     3 Bulan (12 minggu)
Ginjal, hati, tangan, lengan, tungkai, kaki, dan sistem pencernaan telah berkembang biak. Alat kelamin luar antara pria dan wanita mulai terlihat dan dapat dibedakan. Paru-paru mulai jelas. Adanya gerakan-gerakan kecil pada janin.

D.    4 Bulan (16 minggu)
Detak jantung sudah dapat dirasakan, Terbentuknya tulang-tulang di seluruh tubuh, Kulit berkembang sepenuhnya, Sudah dapat ditentukan jenis kelaminnya, munculnya alis, bulu mata, dan rambut kepala.

Pola perkembangan embrio pada manusia




PROSES REPRODUKSI MANUSIA

            Seperti organisme lainnya, manusia berkembangbiak secara seksual dan pada saat tertentu akan membentuk sel-sel kelamin (gamet). Sel-sel kelamin yang dibentuk seorang pria disebut sel mani (spermatoza). Seorang pria dewasa menghasilkan lebih dari 100 juta sel sperma setiap hari. Adapun sel-sel kelamin yang dibentuk oleh seorang wanita disebut spermatogenesis, sedangkan proses pembentukan ovum disebut oogenesis. Kedua proses tersebut mengawali terjadinya perkembangbiakan pada menusia.

            Seorang wanita mampu memproduksi sel telur (ovum) setelah masa puber (remaja awal) sampai dewasa, yaitu sekitar umur 12-50 tahun. Setelah usia sekitar 50 tahun wanita tidak produktif lagi yang ditandai dengan tidak mengalami menstruasi. Masa tersebut dinamakan menopause.

            Setelah sel telur di dalam ovarium masak, dinding rahim menebal dan banyak mengandung pembuluh darah. Pembuahan didahului oleh peristiwa ovulasi, yaitu lepasnya sel telur yang masak dari ovarium. Jika sel telur bertemu dengan sel seperma akan terjadi pembuahan, proses ini terjadi di oviduk. Sel telur yang telah dibuahi akan membentuk zigot. Zigot yang terbentuk segera diselubungi oleh selaput, kemudian menuju ke rahim. Di dalam rahim zigot menanamkan diri pada dinding rahim yang telah menebal.

            Zigot yang telah berada pada rahim akan terus tumbuh dan berkembang menjadi embrio sampai di lahirkan. Masa embrio/masa kehamilan manusia sekitar 9 Bulan 10 Hari. Di dalam rahim embrio mendapat makanan dari induk melalui plasenta (ari-ari). Embrio di dalam rahim dilindungi berbagai macam selaput, 

A.     Amnion
Merupakan selaput yang membatasi ruangan tempat terdapatnya embrio. Dinding amniom mengeluarkan getah berupa air ketuban yang berguna untuk menjaga embrio agar tetap basah dan menahan goncangan.

B.     Korion
Merupakan selaput yang berada di sebelah luar amnion. Korion dan alnotis akan tumbuh membentuk jonjot pembuluh darah yang behubungan dengan peredaran darah induknya melalui plasenta.

C.     Sakus vitellinus (kantong kuning telur)
Terletak diantara amnion dan plasenta. Sakus vitellinus merupakan pemunculan sel-sel dan pembuluh darah yang pertama.

D.    Alantois
Terletak didalam tali pusat. Alantois berfungsi untuk respirasi, saluran makanan, dan ekskresi. Pada waktu embrio berkembang, jaringan epitelnya menghilang dan tinggal pembuluh darah yang berfungsi sebagai penghubung embrio dan plasenta.

PROSES REPRODUKSI MANUSIA





AIDS

AIDS bukanlah penyakit pada sistem reproduksi. Namun AIDS dapat disebabkan karena adanya hubungan seksual, yang merupakan proses reproduksi pada manusia, oleh penderita AIDS.
AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit karena turunnya sistem kekebalan tubuh. AIDS (Aquired Immuno Deficiency Syndrome) disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Syndrome).
Sampai saat ini, AIDS sudah menular ke berbagai negara. Sampai sekarang belum ditemukan vaksin yang bisa mencegah seorang supaya tidak terinveksi HIV, walaupun banyak penelitian medis sudah dilakukan. Jadi, jika seseorang terkena HIV, virus HIV terus berada di dalam tubuh  seseorang dan melemahkan sistem pertahanan tubuh (sel darah putih). Jika pertahanan tubuh sudah lemah, orang akan mulai diserang oleh berbagai macam penyakit. Penyakit inilah yang dapat menyebabkan kematian.
AIDS menuntut perhatian kita semua karena beberapa alasan, yaitu semua orang bisa terkena AIDS, belum ditemukan vaksin pencegahannya, penyebarannya sangat cepat dan tidak diketahui proses pengobatannya. Semua orang yang melakukan perilaku yang beresiko penularan HIV dapat terinveksi, tidak peduli orang tersebut dari keluarga baik-baik atau bukan, kaya atau misikin, pintar atau bodoh, homoseksual atau heterosekual, semua tersebut tidak berpengaruh. Dan berikut adalah beberapa perilaku yang dapat menyababkan penularan virus HIV.

1.      Hubungan seks dengan penderita HIV.
2.      Penggunaan jarum tindik atau pembuatan tato yang sudah tercemar HIV.
3.      Penggunaan jarum suntik yang sudah terkena virus HIV tanpa disterilkan terlebih dahulu.
4.      Ibu hamil yang terinveksi HIV dapat menularkan HIV pada bayi yang dikandungnya
5.      Berganti-ganti pasangan ketika berhubungan seks.

Seseorang penderita HIV kian hari sistem kekbalan pada tubuhnya kian menurun, berkurang dan akhirnya akan hilang. Adapun fase-fase dan gejala HIV sebagai berikut.

·         Fase I (fase awal)
Pada fase ini biasannya penderita masih tampak seperti orang sehat. Dan belum terlihat gejala-gejalanya. Fase ini berlangsung selama 5-7 tahun. Hal ini sangat bergantung pada kekebalan tubuh penderita. Semakin baik sistem imunitas pada penderita fase ini akan berlangsung semakin lama.

·         Fase II (fase lebih lanjut)
Mulai muncul gejala awal penyakit yang terkait HIV, seperti hilang selera makan, tubuh terasa lemah, keluar keringat berlebihan di malam hari, timbul bercak-bercak di kulit, pembengkakan kelenjar getah bening, diare terus menerus, serta flu yang tidak kunjung sembuh. Fase ini biasanya berlangsung selama 6 bulan-2 Tahun, dan biasanya pada fase ini sistem imunitas pada penderita penyakit AIDS sangat lemah.

AIDS





KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

Penyakit pada sistem reproduksi manusia dapat disebabkan oleh virus ataupun bakteri. Penyakit yang menyerang sistem reproduksi manusia dinamakan juga penyakit kelamin. Pada umumnya, penyakit kelamin dituarkan melalui hubungan seksual. Penyakit tersebut dapat menyerang pria maupun wanita. Berikut adalah macam penyakit/kelainan pada sistem reproduksi manusia.

1.     Sifillis

Sifillis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri. Tanda-tanda sifillis, antara lain terjadinya luka pada alat kelamin, rektum, lidah, dan bibir; Pembengkakan getah bening pada bagian paha; bercak-bercak di seluruh tubuh; tulang dan sendi terasa nyeri, ruam pada tubuh khususnya tangan dan telapak kaki.
Tana-tanda penyakit ini dapat hilang, namun bakteri penybab penyakit masih tetap di dalam tubuh, setelah beberapa tahun dapat menyerang otak sehingga mengakibatkan kebutaan dan gila. Penyakit ini dapat di sembuhkan jika dilakukan pengobatan dengan penggunaan antibiotik secara cepat.

2.     Gonore (kencing nanah)

Gonore (kencing nanah) disebabkan oleh bakteri. Gejala dari gonore, antara lain keluarnya cairan seperti nanah dari alat kelamin, rasanya panas dan sering kencing. Bakteri penyebab penyakit ini dapat menyebar ke seluruh tubuh sehingga menyebabkan rasa nyeri pada persendian dan dapat mengakibatkan kemandulan. Penyakit ini dapat disembuhkan jika dilakukan pengobatan dengan penggunaan antibiotik secara cepat.

3.     Herpes genetalis

Herpes gentalis disebabkan oleh virus. Virus penyebab  penyakit herpes genetalis adalah Herpes simpleks. Gejala penyakit herpes genetalis, antara lain timbulnya rasa gatal atau sakit pada daerah kelamin dan adanya luka yang terbuka atau lepuhan berair.

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

- Copyright © ARSEND.COM - Google - Powered by Blogger - Designed by Arfa -